Filsafat adalah sebagai cara untuk berfikir. Karena dengan berfikir manusia mampu memperoleh apa yang belum pernah diketahuinya. Dengan berfikir juga manusia dapat melakukan perubahan dalam dirinya.

Manusia mempunyai akal, hati dan nafsu (syahwat). Nafsu itu berbeda dengan syahwat. Nafsu memiliki tingkatan tersendiri. Tingkatan tertinggi adalah nafsu mutmainah atau ketenangan. Nafsu ketenangan inilah yang selalu menjadi keinginan setiap manusia. Ketika manusia merasa tenang maka segala sesuatu akan berjalan dengan bahagia. Jika manusia mendapatkan nafsu ketenangan hidup akan terasa damai dan membahagiakan karena merasa tidak ada beban dalam fikirannya.
Sebagai contoh orang sebelum memiliki handpone dan setelah memiliki handpone. Orang lebih tenang ketika tidak memakai handpone daripada memakai handpone. Karena setelah memakai handpone orang itu disibukkan dengan komunitas - komunitasnya dari yang penting hingga yang tidak penting.

Pencapaian manusia sebagai naluri. Sebagai contoh anda bisa bergaya sebagai orang korea namun hatimu tidak dapat menolak kalau kamu orang jawa.

Kekalahan bukan akhir dari segalanya. Kalah merupakan merendahkan diri untuk tawadhu'. Jangan berlomba - lomba untuk mengalahkan, tapi allah memerintahkan untuk berlomba - lombalah dalam kebaikan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini